Pimpinan Daerah
WEB SUBDOMAIN
INFO PUBLIK
Berita Mojokerto
Rangkaian Kegiatan Hari Jadi Kabupaten Mojokerto ke-723 Wabup: Wayangan, Seni Epic Sarat Makna

Admin,2016-05-16 07:15:26

Mengangkat lakon ‘Harjuno Wijoyo Kromo’, kesenian epic wayangan oleh Ki Dalang Wardono menjadi bagian dari upaya nguri-uri budaya, yang termasuk dalam rangkaian  kegiatan Peringatan Hari Jadi Kabupaten Mojokerto ke-723. Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi, meresmikan acara yang dihelat di Pendopo Graha Majatama dengan ditandai penyerahan gunungan.

            “UNESCO mengkategorikan wayangan sebagai a masterpiece of oral and intangible heritage of humanity, atau bisa disederhanakan dalam pengertian ‘budaya tak benda yang kreatif dan inovatif’. Wayangan sebagai suatu seni epic sarat makna yang bertutur nilai kebaikan dalam hidup, semoga juga bisa menjadi inspirasi Kabupaten Mojokerto di usai ke-723 agar makin lebih baik ke depan,” ucap Pung, Jumat 13 Mei 2016. 

            Perkembangan pembangunan seni dan budaya Kabupaten Mojokerto pada 2016, mengalami kemajuan cukup signifikan. Ini dapat dilihat dari intensitas pagelaran seni budaya seperti festival seni Bantengan, dan lomba Tari Bedoyo yang tahun ini juga menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Kabupaten Mojokerto  yang mengusung tema “Ayo Kerja dengan Meningkatkan Kualitas Aparatur yang Bersih, Profesional, dan Peduli Kepada Masyarakat” ini.

            “Wayang adalah sebuah media komunikatif penyampai informasi masyarakat, forum bersosialisasi, seni dekoratif yang indah, dan juga tempat berdiskusi. Kabupaten Mojokerto di usia ke-723, kita harapkan makin baik di segala sektor pembangunan. Baik dari pendidikan, kesehatan, pariwisata, dan tentunya infrastruktur yang salah satunya ditandai dengan pengoperasian Tol SUMO Seksi IV di Kecamatan Jetis oleh Presiden Jokowi 19 Maret 2016 lalu,” tambah Pung.

            Asisten Administrasi Umum Kabupaten Mojokerto, Suhartamyo, mengatakan bahwa kesenian wayangan memang jarang absen di hampir semua acara-acara besar Kabupaten Mojokerto, khususnya Hari Jadi.

            “Wayang memberikan gambaran lakon perikehidupan manusia dengan segala masalahnya. Wayang juga menyimpan nilai-nilai pandangan hidup dalam mengatasi segala tantangan dan kesulitan, mengajarkan nilai estetika, moral,  juga nilai-nilai pandangan hidup masyarakat Jawa. Melalui wayang, orang memperoleh cakrawala baru pandangan dan sikap hidup umat manusia dalam menentukan kebijakan mengatasi tantangan hidup,” menurutnya.

            Pagelaran wayang kulit ini juga dihadiri Istri Wakil Bupati, Yayuk Pungkasiadi, Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto, Hery Suwito, Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto, Ismail Pribadi, Forkopimda, Asisten dan Staf Ahli, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), dan Camat.(Bagian PDE+Bagian Humas Protokol) . 

Berita ini dibaca : 312 Kali
Download : PDF
Rangkaian Kegiatan Hari Jadi Kabupaten Mojokerto ke-723 Wabup: Wayangan, Seni Epic Sarat Makna
© 2009 - 2017 Bagian Pengolahan Data Elektronik Pemerintah Kabupaten Mojokerto
Telp: Klik Disini Fax: (+62 321)391268 email: bagian_pde@mojokertokab.go.id