Pimpinan Daerah
WEB SUBDOMAIN
INFO PUBLIK
Berita Mojokerto
Peringatan Isra Mi raj 1437 H Dokter Paliatif Beri Siraman Rohani Berbumbu Kesehatan

Admin,2016-05-17 07:08:53

                Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kabupaten Mojokerto, Herry Suwito, mewakili  Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa, menyampaikan amanat tentang transformasi spiritual dan sosial pada acara Peringatan Isra’ Mi’raj 1437 H Tahun 2016, di Pendopo Graha Majatama, Senin 16 Mei 2016 pagi.

            “Pada peringatan Isra’ Mi’raj 1437 H ini, mari kita transformasikan nilai spiritual dan sosial dalam diri kita menuju arah lebih baik. Spiritual dalam arti meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah, sedangkan sosial artinya lebih memperbaiki hubungan dengan sesama yakni dari kesesalan menuju kesholehan,” ucap Herry.

            Herry menambahkan pula pentingannya evaluasi dalam proses pembangunan, demikian juga dengan sikap menghormati hukum, melaksanakan tata kelola pemerintahan yang baik, dan mengedepankan demokrasi yang santun  dan berakhlaq.

            “Kabupaten kita terus berbenah diri, evaluasi sangat diperlukan dalam sebuah proses tata kelola pemerintahan yang sehat. Dengan menghormati hukum dan menjunjung demokrasi yang santun, insyallah sari kebaikan dari peristiwa agung perjalanan Isra’ Mi’raj turut menaungi pemerintahan kita,” harapnya.

            Asisten Pemerintahan dan Kesra, Akhmad Jazuli, juga menerangkan bahwa kegiatan ini dilakukan untuk menunjukkan kecintaan umat Islam terhadap Rasulullah Muhammad SAW. Peristiwa Isra Miraj merupakan perjalanan Rasulullah untuk menerima perintah shalat 5 waktu. Dengan melaksanakan sholat secara baik dan benar akan mencegah serta menghindarkan umat islam dari perbuatan keji dan mungkar, seperti yang sudah diamanahkan dalam Al-Quran.

                Kepala Instalasi Paliatif Kanker dan Bebas Nyeri RSUD dr. Soetomo, dr. Agus Ali Fauzi, PGD Pall Med, dihadirkan sebagai penceramah sekaligus motivator. Paliatif sendiri adalah suatu pendekatan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas kehidupan pasien dan keluarganya, menghadapi masalah yang berhubungan dengan penyakit yang mengancam jiwa.

            Teknik ini berguna untuk mencegah dan meringankan penderitaan, melalui identifikasi awal dan penilaian serta terapi psikososial dan spiritual. Salah satu tantangan paliatif adalah bagaimana para tenaga kesehatan menghadapi persoalan kematian pasien (sakaratul maut)  dengan penyakit stadium terminal. Pemahaman akan hal ini disampaikan secara ilmiah namun tetap gaya Islami oleh Agus Ali Fauzi, dengan mengangkat tema ‘bahagia dan sehat dengan rasa syukur’.

            “Banyak yang belum menyadari bahwa mutu kesehatan jasmani sebenarnya tergantung apa yang terjadi dalam rohani. Kita tidak boleh menyalahkan asupan makanan sebagai ‘biang kerok’. Seharusnya kita harus introspeksi diri, apakah kita menikmati hidup? Apakah kita mudah memaafkan sesama? Apakah kita sudah ikhlas bekerja tanpa dibayangi uang yang besar? Tidak bersungut-sungut jika diberi pekerjaan? Apakah kita mudah tersinggung dan sakit hati? Semua makanan boleh dikonsumsi, asal tidak berlebih. Bersyukur atas setiap oksigen (nikmat) yang kita hirup dan sadar kekuasaan Allah melebihi apapun, akan menggerus segala penyakit rohani yang merugikan jasmani,” tutur lulusan Kedokteran Unair 1988.(Bagian PDE+Bagian Humas Protokol) . 

Berita ini dibaca : 317 Kali
Download : PDF
Peringatan Isra Mi raj 1437 H Dokter Paliatif Beri Siraman Rohani Berbumbu Kesehatan
© 2009 - 2017 Bagian Pengolahan Data Elektronik Pemerintah Kabupaten Mojokerto
Telp: Klik Disini Fax: (+62 321)391268 email: bagian_pde@mojokertokab.go.id