Pimpinan Daerah
WEB SUBDOMAIN
INFO PUBLIK
Berita Mojokerto
Potensi Ekowisata Kabupaten Mojokerto Capai 3000 Pengunjung Per Tahun, Bupati Beri Standing Applause Kampung Organik Brenjonk

Admin,2016-05-19 07:22:32

                Usaha penggenjotan sektor pariwisata benar-benar digalakkan pada periode ke-dua ini. Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa, serius dengan proyek pengembangan 3 daerah utama destinasi wisata yaitu Trowulan, Pacet, dan Trawas. Seperti yang dilakukannya kala mengunjungi dan melakukan dialog interaktif dengan petani organik Kampung Organik Brenjonk, Desa Penanggungan, Trawas, Rabu 18 Mei 2016 pagi kemarin.

            “Kami mengajak petani menurunkan asupan pupuk kimia dan penggunaan pestisida pada tanaman pangan. juga mengajak setiap penduduk membangun RSO (Rumah Sayur Organik) sekitar 5x10 persegi di lahan kosong lereng Penanggungan dan Welirang yang mengelilingi Kecamatan Trawas dan Pacet ini. Brenjonk telah mendampingi 117 petani dan ibu rumah tangga mengolah RSO. Dari sini, tambahan penghasilan dapat diraih hingga lebih dari Rp 500 ribu per bulan dengan rata-rata kunjungan mencapai 3000 orang per tahun. Kami memasarkan 40 jenis produk organik di beberapa supermarket lokal di Surabaya dan Malang,” papar Slamet, inisiator Kampung Brenjonk di dalam forum.

            Kades (Kepala Desa) Penanggungan, Suma’iyah, juga menjabarkan keunggulan Kampung Brenjonk yang berpotensi tinggi sebagai ekowisata, namun Suma’iyah mengakui masih banyak beberapa kekurangan yang terdapat di dalam ekowisata Kampung Brenjonk. Senada dengan paparan Slamet, Suma’iyah secara detail menambahkan jika animo kunjungan yang tinggi ke Kampung Brenjonk tidak cukup tercover dengan sempurna.

            “Kunjungan ke Kampung Brenjonk mencapai 3000 orang, namun dalam beberapa kali kesempatan kita tidak dapat mengcover. Hal ini karena keterbatasan akses infrastruktur jalan, kendaraan besar seperti bus tidak bisa masuk sini karena lebar jalan tidak memadai. Bahkan sarana pertemuan pun menggunakan pendopo Balai Dusun berkapasitas 100 orang yang belum rampung,” papar Sumai’iyah.

            Perempuan berhijab tersebut sangat optimis jika Desa Penanggungan punya prospek kuat sebagai jujukan wisata. “Ada 50 unit rumah yang berpotensi untuk dijadikan homestay. Adik-adik mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi, sering melakukan studi banding dan kerja lapangan di sini. Kita ingin support dari Pemerintah Kabupaten Mojokerto, agar wisata di Trawas khususnya Kampung Organik Brenjonk di desa kami,” tambah Suma’iyah.

            Sebagai organisasi, kegiatan utama Brenjonk sendiri adalah membuat dan menyosialisasikan gerakan pertanian dengan sistem organik, secara lengkap diartikan sebagai budidaya pertanian yang dilakukan secara ekologis, menggunakan pupuk dan pestisida alami, mengedepankan keragaman (biodiversity) dan menjamin keberlanjutan (sustainability). Setiap bulan Brenjonk mampu memproduksi 5 ton pupuk organik yang diproduksi dari sampah organik penduduk sekitar. Setiap penduduk bisa menjual 20-50 sak sampah daun dan kotoran ternak per bulannya.

            Kejeniusan Kampung Organik Brenjonk Trawas patut diacungi jempol, Bupati Mustofa Kamal Pasa memberi standing applause kepada Desa Penanggungan yang berhasil menggagas Kampung Organik Brenjonk yang telah mengantongi deret prestasi berskala nasional ini. Setiap produk dari sini telah terjamin sertifikasi organik dari PAMOR (Penjaminan Mutu Organik) Indonesia, yaitu skema sertifikasi Sistem Penjaminan Partisipatif (Participatory Guarantee System-PGS) yang di dalamnya memuat tentang Standar Pangan Organik yang dikembangkan oleh IFOAM.

            “Saya banyak mendengar prestasi Kampung Organik Brenjonk Trawas, standing applause untuk para pengelola dan perangkat Desa Penanggungan. Seperti yang sudah disampaikan oleh Ibu Sumaiyah dan Mas Slamet tadi, kami dari Pemerintah Kabupaten Mojokerto mensupport penuh pengembangan ekowisata di Trawas. Sama seperti yang kami fokuskan di 2 daerah lain yakni Pacet dan Trowulan. Melalui APBD, pembangunan infrastruktur jalan pendukung bisa kita lebarkan 5-6 meter untuk mendukung problem tidak tercovernya lonjakan pengunjung yang mencapai 3000 wisatawan per tahun. Saya minta Bu Kades dan perangkat untuk membuat list dan proposal segera, petakan dan catat kebutuhan apa saja yang diperlukan,” terang Bupati.

            Kampung Organik Brenjonk yang telah mendapat apresiasi program Community Base Initiative (CBI) Ashoka pada tahun 2007 ini, juga menawarkan paket-paket wisata bervariasi antara lain wisata Susur Kampung Organik, Andai Aku Jadi Petani, Kuliner Organik, Wisata Herbal Organik, Wisata Rumah Sayur Organik, Pengolahan Pupuk Organik, Wisata Buah Lokal, Wisata Budaya, dan wisata Energi Terbarukan (Biogas).(Bagian PDE+Bagian Humas Protokol)

Berita ini dibaca : 270 Kali
Download : PDF
Potensi Ekowisata Kabupaten Mojokerto Capai 3000 Pengunjung Per Tahun, Bupati Beri Standing Applause Kampung Organik Brenjonk
© 2009 - 2017 Bagian Pengolahan Data Elektronik Pemerintah Kabupaten Mojokerto
Telp: Klik Disini Fax: (+62 321)391268 email: bagian_pde@mojokertokab.go.id